Babad Batu: Kumpulan Sajak
Sapardi Djoko Damono
Free Download [Chick Lit Book] ☆ Babad Batu: Kumpulan Sajak - by Sapardi Djoko Damono ↠
Nov 14, 2019 - 00:29 AM By Sapardi Djoko Damono

kau mendobrak ke sisa ruang menggelandang bayang bayang menggelandang jarak yang ternyata hanya bayang bayang menggelandang bayang bayang yang tak kenal jarak menggelandang jarak dan bayang bayang mengikatnya di ruang yang tak menyisakan helaan napas kita sejak itu kita tahu tidak akan pernah bisa berpisah telah kita eja setiap helaan dan hembusan agar bebas batas agar raskau mendobrak ke sisa ruang menggelandang bayang bayang menggelandang jarak yang ternyata hanya bayang bayang menggelandang bayang bayang yang tak kenal jarak menggelandang jarak dan bayang bayang mengikatnya di ruang yang tak menyisakan helaan napas kita sejak itu kita tahu tidak akan pernah bisa berpisah telah kita eja setiap helaan dan hembusan agar bebas batas agar rasa pedih leluasa menafsirkan tanda Babad Batu, Sapardi Djoko Damono
  • Title: Babad Batu: Kumpulan Sajak
  • Author: Sapardi Djoko Damono
  • ISBN: 9786020332529
  • Page: 345
  • Format: Paperback

Comments

Teguh Affandi Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Jujur aku nggak mudeng dengan buku puisi Pak Sapardi yang ini. Entah mengapa saya kehilangan puisi-puisi sederhana Pak Sapardi yang justru dari kesederhanaan itu, makna, permenungan, dan tasfirnya menjadi lebih dalam.Dan yaaa, meski suka, tapi lebih suka dengan puisi-puisi Pak Sapardi yang dahulu.Semoga lekas sembuh Pakmpulnya kece, sekali
Click to Replay
Farissa Nuri Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang satu ini agak sulit dimengerti. Saya harus membacanya pelan-pelan dan berulang-ulang. Entahlah, mungkin bahasanya lebih berat atau memang otak saya yang nggak sampai.
Click to Replay
Dion Yulianto Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Baru baca sekali, dan masih bingung.Nanti kalau sempat coba dibaca ulang siapa tahu bintangnya nambah.
Click to Replay
Faizah Aulia R Nov 14, 2019 - 00:29 AM
isinya enggak se-imut covernya bab satu dan dua berulang2 masih agak bisa menerka maksud yang terhormat bapak SDD dalam babadnya . bab tiga, berkali kali juga . enggak keotakan, ga ngerti, ga faham, abstrak banget huhuhurasanya mendadak ingin jadi anak sastra Indonesia atau ketemu SDD buat nanya langsung maksudnya kemana, berat banget, tapi kuyakin maknanya dalem banget, aak penasaran. hft.
Click to Replay
maila Nov 14, 2019 - 00:29 AM
banyak user di yang me-review buku puisi ini kataya sulit dicerna dan terlalu berat.ya tentu saja, ini kan bentuknya babad. cerita dalam puisi xDmemang lumayan berat sih, saya juga harus membaca berulang2 agar bisa dipahami. tapi ceritanya menarik. dan saya masih suka dan jatuh cinta dengan kiasan yang dipakai pak Sapardi dalam menggambarkan cerita. dan oh, sampulnya juga lucu
Click to Replay
Maghfira Aulia Nov 14, 2019 - 00:29 AM
:( terlalu berat, hanya menyelesaikan kitab pertama :( maafkan aku, Eyang, rasanya bukan seperti dirimu.
Click to Replay
Dedul Faithful Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Judul: Babad Batu Penulis: Sapardi Djoko Damono Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Terbit: Cetakan Pertama, Agustus 2016 Tebal: 86 HalamanBabad Batu adalah kumpulan sajak terbaru sang penyair besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono. Buku ini diterbitkan Agustus 2016 lalu. Halaman bukunya sendiri tidak terlalu tebal selayaknya kumpulan-kumpulan sajak Sapardi yang lain seperti Hujan Bulan Juni. Agaknya sang penyair lebih memperbaharui sajak-sajaknya sehingga dalam buku Babad Batu, sajak-sajaknya bukan [...]
Click to Replay
Marina Nov 14, 2019 - 00:29 AM
** Books 46 - 2017 **2,1 dari 5 bintang! Awal-awal halamannya menarik dan saya tertarik untuk membacanya dan makin kebelakang semakin absurd dan saya tidak memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Pak SDD ini. Maksud ingin memahami tetapi malah tidak mengerti =__=a *garuk2 kepala
Click to Replay
Nonna Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Rindu sajak-sajak dan puisi-puisi sederhana yang seperti dulu.
Click to Replay
Gloria Avilia Loupatty Nov 14, 2019 - 00:29 AM
well, gue selalu suka dengan cara pak Sapardi merangkai kata. selalu indah. walaupun ada beberapa yang gue ga ngerti di buku ini (khususnya yang no.15) , tapi tetap aja kalimatnya indah . Kayaknya harus research tentang "babad". Nanti kalo ada kesempatan re-reading, semoga ratingnya bisa nambah ❤️
Click to Replay
Desty Dwi Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Sapardi selalu 'tenang' dalam sajaknya
Click to Replay
Puri Kencana Putri Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Agak sulit rupanya untuk menikmati secara sederhana buku kumpulan sajak ini. Entah imajinasi saya yang terlalu berkurang, atau memang karya SDD tidak semudah dan sesederhana dulu ketika awal-awal saya membaca karyanya. Namun setidaknya saya bisa mengapresiasi Kitab Kedua perihal Pulang dari Pemakaman Teman. Adarasa getir, konyol dan berujung pada pemakluman hidup yang semakin pelik. Saya kutipkan di sini:"Yang tadi kita timbuni tanah itu tentunya sudah bahagia, makanya tidak bakal mau pulang ke [...]
Click to Replay
Itus Tacam Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Sejarah melahirkan kita.Kita yang pongah menjentikkan mata dan menghapus banyak tanda agar tak terbebani dengan yang dianggap dosa dosa.Oleh kebaruan konstruksi kita mendesain banyak hal untuk melucutinya dengan argumen ilmiah.Batu batu yang sangat berarti bagi nenek moyang, kita tumpuk tumpuk sebagai mercusuar hari ini.Sehimpun ritual untuk alam semesta disebut sebagai berhala bagi sesembahan kepada dewa.Sungguh keyakinan yang purba dan kepercayaan kuno hanya tinggal namanya.Pasak pasak akan ro [...]
Click to Replay
Namida Puti Nov 14, 2019 - 00:29 AM
"Keluarlah, ragaKeluarlah, jiwa"Saya membayangkan Pak SDD membuat sajak2 ini saat ia tengah tak fit. Berbagai pertanyaan dan juga diskusi nurani ttg hidup, tuhan, waktu, mungkin berkecamuk di benaknya dan tertuang dalam kata-kata. Beberapa bait.mbuat saya nyaris meneteskan air mata. "Jiwa yang penggal dari bayang-bayangnyaBergetar di kelir yang tumbangSendirian sajaYa, jiwa kami ini"Moga sehat terus ya pak
Click to Replay
Wawan Kurn Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Setelah membaca ini, salah satu hal yang ingin saya terka dari paman Sapardi adalah; Wislawa Szymborska menjadi seseorang yang ia cintai. Catatan lainnya semoga dapat saya selesaikan dan post di blog pribadi, wawankurn
Click to Replay
Lisna Atmadiardjo Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Sajak-sajaknya sulit dipahami, jujur aja. Tapi sangat terasa ada kesedihan, kesakitan, dan kerelaan. Setelah baca ini sulit untuk nggak mengkorelasikannya sama kesehatan pak SDD sekarang.
Click to Replay
Lani M Nov 14, 2019 - 00:29 AM
Cukup 3 bintang dan hanya untuk sajaknya yang menanggapi puisi The Road not Taken karangan Robert Frost. Entah kenapa, belakangan ini, karya SDD kerap membuat kecewa.
Click to Replay
Cut Sarah Dwindahany Nov 14, 2019 - 00:29 AM
gak ngerti, Pak :(jujur aja susah memahami puisi-puisi di buku ini. apa otaknya yang gak nyampe ya? T__Tharus dibaca berulang-ulang, diresapi baik-baik, direnungi dalam-dalam
Click to Replay

Leave a Comment

Name
Email
Your Comment
Babad Batu: Kumpulan Sajak By Sapardi Djoko Damono kau mendobrak ke sisa ruang menggelandang bayang bayang menggelandang jarak yang ternyata hanya bayang bayang menggelandang bayang bayang yang tak kenal jarak menggelandang jarak dan bayang bayang mengikatnya di ruang yang tak menyisakan helaan napas kita sejak itu kita tahu tidak akan pernah bisa berpisah telah kita eja setiap helaan dan hembusan agar bebas batas agar raskau mendobrak ke sisa ruang menggelandang bayang bayang menggelandang jarak yang ternyata hanya bayang bayang menggelandang bayang bayang yang tak kenal jarak menggelandang jarak dan bayang bayang mengikatnya di ruang yang tak menyisakan helaan napas kita sejak itu kita tahu tidak akan pernah bisa berpisah telah kita eja setiap helaan dan hembusan agar bebas batas agar rasa pedih leluasa menafsirkan tanda Babad Batu, Sapardi Djoko Damono

Share this article...
  • Free Download [Chick Lit Book] ☆ Babad Batu: Kumpulan Sajak - by Sapardi Djoko Damono ↠
    345 Sapardi Djoko Damono
  • thumbnail Title: Free Download [Chick Lit Book] ☆ Babad Batu: Kumpulan Sajak - by Sapardi Djoko Damono ↠
    Posted by:Sapardi Djoko Damono
    Published :2019-08-06T00:29:22+00:00