[PDF] ô Free Download ï Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu : by Norman Erikson Pasaribu Í
Aug 12, 2020 - 05:58 AM By Norman Erikson Pasaribu

Kamu tahu, mungkin hidup semua orang, termasuk kamu dan aku, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita setiap malam, yang mengusir demam, menjauhkan kuntilanak dari mimpi, mengamini doa doa, merindukan kita di siang hari, menyimpan aroma sampo yang kita sukai, menyerap keringat, liur, air mata, tumpahan kopi tanpa sekalipun protes, dKamu tahu, mungkin hidup semua orang, termasuk kamu dan aku, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita setiap malam, yang mengusir demam, menjauhkan kuntilanak dari mimpi, mengamini doa doa, merindukan kita di siang hari, menyimpan aroma sampo yang kita sukai, menyerap keringat, liur, air mata, tumpahan kopi tanpa sekalipun protes, dan berbisik ke telinga kita di tiap malam yang murung Berbahagialah Berbahagialah Di luar sana Seseorang mencintaimu, seseorang tengah mencintaimu Tetapi, apakah dunia ini akan membiarkan kita menikahi sesuatu yang tidak berasal dari kita, meskipun ia mencintai kita tanpa merasakan duka dan damba Sepertinya tidak Semoga hanya belum sehingga kita bisa menunggu datangnya hari itu Sekarang, coba bayangkan gunung terdekat dari rumahmu Kalau tak ada, kamu boleh membayangkan Gunung Fuji ataupun Everest Coba bayangkan gunung itu pecinta sedang menunggu orang yang dicintainya Dan dia menunggu semenjak dia ada di dunia Kurasa sebesar itulah bakatku dalam menunggu Kurasa sebesar itulah aku ingin bertemu dengan hari itu Dan berkata kepadanya, Hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.
  • Title: Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu
  • Author: Norman Erikson Pasaribu
  • ISBN: 9786020304489
  • Page: 310
  • Format: Paperback

Comments

Satria Anggaprana Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Saya sangat jarang membaca buku sampai selesai paling hanya sepuluh atau lima buku setahun itu pun didominasi dengan buku-buku non fiksi dan mungkin hanya satu dua buku fiksi, sisanya lebih banyak tidak rampung. Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu menempati posisi awal di buku yang saya selesaikan tahun ini. Meskipun berisi dua puluh cerpen saya masih merasa tebal buku ini dapat saya selesaikan dalam sekali perjalanan kereta selama tiga jam. Buku dengan judul terpanjang sepe [...]
Click to Replay
Linda Zunialvi Aug 12, 2020 - 05:58 AM
"Aku sudah mencarimu. Ke setiap tempat yang mungkin dan tak mungkin kamu singgahi, termasuk perkemahan sirkus dan pasar kembang api. Aku mendatangi penjual kembang api naga favoritmu dan berkata kepadanya, aku kehilangan Cintaku, apakah kamu melihat Cintaku?Dia justru mengernyit dan bertanya apakah aku sedang membawakan sebuah sajak." (hal. 64)(Atau apakah aku gila.)Menunggu.Satu kata sendu itu bisa berarti menunggu banyak hal seperti:- menunggu namamu dipanggil untuk check-up dokter di hari Rab [...]
Click to Replay
Teguh Affandi Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Saya bersyukur sekali bisa mendapatkan bingkisan dari GPU buku bagus ini. Saya rasa buku ini adalah kumcer dengan judul terpanjang selama sejarah penebritan GPU, Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu (red: HKYTBLLAHM). Mendengar judul dan nama pengarangnya langsung kumasukkan daftar wishlist 2014. Mengapa saat membaca cerpen-cerpen di buku ini, saya mengingat Pak Yudhis di Saras 008. Masih ingat? Dia profesor yang pandai tetapi "rempong" dengan urusan tetek bengeknya sendiri. [...]
Click to Replay
cindy Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Hanya kumcer ini yang tahu, betapa dalam makna Kesepian dan Penantian yang dibawa di dalamnya. Juga berapa banyak kadar Kesedihan dan Pengabdian yang terlarut bersamanya. Aku sdh tertawan pada rasa menyesak yg mencuat di dua cerpen pertamanya, Tentang Mengganti Seprai dan Sarung Bantal dan Pria Murakami, tapi favoritku jatuh pada cerpen berjalin Garpu, Membersihkan Rumah di Hari Libur dan Doa. Kisah-kisah lainnya juga sama saja membuat gundahnya, dan seringkali menohok dan membalikkan asumsi-asu [...]
Click to Replay
Ria Destriana Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Ini kumpulan cerpen dengan judul terpanjang yang aku punya dan ya, salah satu kumpulan cerpen terbaik yang kubaca di 2014 kemarin.Aku nggak bisa membahas satu per satu cerpen yang ada karena ada beberapa cerpen membuat keningku berkerut. Misal nih, di beberapa cerita, aku agak kurang paham yang dipakai itu POV 1 atau 2 karena di dalam cerita itu ada si tokoh aku dan kau. Makanya aku harus pelan-pelan membacanya biar nggak tersesat. HeheTema utama dalam kumpulan cerpen ini sama dengan judulnya ya [...]
Click to Replay
Lucia Priandarini Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Cerita tentang cinta -yang dianggap sekedar atas nama pasar- kadang dipandang sebelah mata. Tapi di tangan Norman, persoalan "murah" ini jadi berkelas dan (semakin) pelik. Setiap habis 1 cerita, saya terdiam atau tertawa :)
Click to Replay
Guntur Febrianto Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Aku akan terus menunggumu sekalipun kamu tak tahu. Dan aku akan terus menunggu dalam keadaan hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu. (hlm. 11)Pada 10 Maret 2014, melalui akun Facebook-nya, Norman mengabarkan bahwa buku kumpulan ceritanya yang pertama akan segera terbit. Judulnya amat panjang; “Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu”. Aku senang mendengarnya karena Norman adalah satu di antara beberapa pengarang cemerlang Indonesia yang karya-karyanya patut [...]
Click to Replay
Tenni Purwanti Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Maafkan ya Norman, baru beres baca tahun ini (padahal belinya di Ubud tahun lalu -dan bukunya terbit bertahun-tahun sebelumnya he he he). Cerpen-cerpenmu bikin aku tambah galau, Norman :( isinya sedih semua. Ini favoritku:1. Hal-Hal Penting yang Terjadi Selama Kau Tak Ada2. Fatamorgana di Meja Makan3. Sepasang Sosok yang Menunggu4. Buku Puisi di Kamar Mandi5. Aku Rasa Aku Akan Pergi Ke Suatu Tempat Untuk Waktu yang Teramat LamaPoin-poin yang saya catat dari buku ini:1. Ada beberapa cerpen yang j [...]
Click to Replay
Dion Yulianto Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Tertarik membeli buku kumcer ini karena backcovernya yang memang "sastra" banget plus diksi si penulis yang tak biasa. Ini ditambah dengan fakta bahwa buku ini sudah "out of stock" di TB online plus di TM juga laris manis. Maka, jadilah saya membelinya. Dan, setelah saya baca, kumcer yang rata-rata pernah dimuat di Kompas dan majalah sastra Horison ini memang sangat "nyastra", sampai-sampai saya harus bilang: "aku tak biasa bila membaca karya yang beginian. Maksud saya, saya menyukai membaca sas [...]
Click to Replay
Ria Aug 12, 2020 - 05:58 AM
*spoiler* saya menghabiskan beberapa kali subuh untuk menikmati buku ini dengan tenang, sepi, dan kepala dingin. Dan, ya bolehlah. Buku ini jadi teman yang baik selama beberapa hari ini. Sayang sekali kami harua berpisah karena sudah waktunya saya membaca buku yang lain. (sumpah, ini catatan ga penting). Satu hal, sempat berharap penulisnya memberikan ide yang lebih daripada yang saya baca. Entahlah, ekspektasi saya ingin menemukan sesuatu yang "waw" banget. Di lain sisi, saya menemukan kenyaman [...]
Click to Replay
Damar hening Sunyiaji Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Saya pernah berdebat dengan Norman di status Sungging raga, kalau tidak saya itu sekitar tahun 2010. Waktu itu saya belum tahu siapa dia, sampai saya menemukan cerpennya yang berjudul sepasang sosok yang menunggu dan saya menyadari betapa perbedaan saya dengan dia berjarak lebih dari sepuluh ribu cahaya. Dia sudah menembus banyak media, gaya berceritanya sudah sangat pekat. Tema-tema sederhana dikemasnya menjadi cerita yang menyentuh dan syarat makna. Saya senang sekali membaca buku ini, hanya s [...]
Click to Replay
Syahadat Muhammad Fakhry Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Wah ternyata penulisnya satu almamater sama saya! *penting* :))Buku ini terdiri dari 20 cerita pendek. Dan ya, cerita-ceritanya ternyata tidak se-galau judul bukunya.Kumpulan cerita didominasi oleh topik LGBT. Sayang sekali. Bukan favorit saya. Selain itu, mungkin buku ini agak sulit dipahami oleh pembaca-pembaca awam seperti saya. Saya merasakan banyak 'missed' di tengah-tengah cerita karena tidak paham maksudnya.Dua cerita favorit saya, dan 'Sepasang Sosok yang Menunggu' dan 'Kondektur'.
Click to Replay
Reza Sanusi Aug 12, 2020 - 05:58 AM
When i am reading this book I learned that the worst part of life is waiting but it also make you have a hope because there is no more happiness than best part of life for having someone worth waiting for
Click to Replay
Amal Bastian Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Karena menjadi sendiri itu pribadi, menjadi gila itu pilihannya, dan menjadi binal itu tak harus nakal. Bahasa apik, outta the box, dengan latar belakang beragam budaya.
Click to Replay
Theresia Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Should be titled after its strongest piece, "Sepasang Sosok yang Menunggu"--most solid, most balanced in terms of Story and Situation (see: Vivian Gornick). In most stories here, ambiguity remains just that. Still, better this than the author's poetry collection, which I'm sure I will need a reread.
Click to Replay
Annisa Saumi Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Beberapa cerpen yang ada di buku ini agak sulit dipahami hanya dengan sekali baca. Penulis banyak menggunakan aku-kamu alih-alih memberi nama pada tokohnya, yang jarang saya jumpai pada cerpen-cerpen kebanyakan. Cerpen favorit saya di buku ini "Tentang Mengganti Seprai dan Sarung Bantal", "Mendaki bersama Xingjian", "Kondektur", dan "Buku Puisi di Kamar Mandi"
Click to Replay
Gustav Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Melancholic. I love being melancholic when I read this book. I was alone at the coffe shop, it's raining on Saturday night and I play some of mellow song. It breaks my heart, some of stories are touchy. And how Norman desribing loneliness and emptiness in unusual plot
Click to Replay
Nur Jayadi Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Menunggu,saya paling sering menemukan kata ini. Entah di lagu,puisi,dialog drama,film,bahkan apa yang sering saya lakukan saat mengantar ibu saya berbelanja ke pasar.Sebagian besar di cerpen ini ada menunggu,sendu,galau,sampai saya nggak yakin mau me-review buku ini dengan kata-kata seperti apangkin saya perlu membaca ulang.
Click to Replay
Ari Aug 12, 2020 - 05:58 AM
kenapa gak ada yg bilang kalo ini kumpulan cerita bertema lgbt?!!!!---------------------awalnya tertarik dengan judulnya yang panjannnngggg dan puitis (ehba aja ngomong "hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu" ama gebetan kamu, terus abis ngomong gitu balik badan n berjalan menjauh tanpa nengok lagi ke belakang, mungkin si gebetan akan terdiam sebentar kemudian teriak "tunggukamu tidak perlu menunggu lagi." mungkin loh yahhhh :D ))eniweiii setelah brosing ternyata ini adalah bu [...]
Click to Replay
Awal Hidayat Aug 12, 2020 - 05:58 AM
"Aku akan terus menunggu sekalipun kamu tak tahu. Dan aku akan terus menunggu dalam keadaan hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu." - Pria Murakami."Coba bayangkan gunung terdekat dari rumahmu. (Kalau tak ada, kamu boleh membayangkan gunung Fuji ataupun Everest). Tanya ibumu apakah ketika dia remaja gunung itu belum ada, tanya nenekmu pertanyaan yang sama, (Tentu saja dalam kasus tak ada gunung di dekatmu, kamu terpaksa tanyakan mengenai Fuji dan Everest ke ibu dan nenekmu ata [...]
Click to Replay
Fairynee Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Saya hampir selalu memulai membaca kumcer dari cerpen pertama dilanjut cerpen penutup, demikian juga ketika membaca kumcer ini. Di kepala saya, cerita Sepasang Sosok yang Menunggu menjadi tolak ukur.Di awal pembacaan, saya merasa sedikit malas. Dua cerpen pembuka dan penutup kurang meninggalkan kesan. Cerpen pertama terasa membingungkan buat saya (salahkan tingkat kecerdasan saya yg memang dibawah rata-rata, haha), sementara cerpen penutup terasa nanggung. Jangan tanya, apa dasar saya merasa sep [...]
Click to Replay
Yuni Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Just a quick review:Butuh hampir dua bulan untuk buku yang sebenarnya relatif tipis.Tipis, sih tapi sayangnya waktu aku sampai di bab terakhir, aku sudah lupa cerita di bab-bab sebelumnya. Gaya penulisannya bagus, meski kadang aku butuh satu atau dua kali baca ulang beberapa kalimat supaya maknanya benar-benar meresap, dan mungkin karena itu jadi kurang ada kesan yang tertinggal. masalah selera. aku suka wordings atau penataan kata-kata yang makjleb langsung mengena ke hati tanpa banyak cerna.Se [...]
Click to Replay
febriani Aug 12, 2020 - 05:58 AM
separuh pertama buku ini terasa sendu. di beberapa titik seperti gengges. separuh kedua, perlahan semakin menarik sampai ke cerita terakhir. ada beberapa cerita yang saya benar-benar suka, seperti cerita-cerita tentang Ruhut Manuhuruk dan sepasang boneka yang menyaksikan riwayat hidup berkeluarga pemiliknya. kisahnyatapalingmenyedihkan-ception di akhir buku juga cukup wow. so edgy. much layers. wow. berhubung sudah akrab dengan scene humu-humu di banyak fanart berbagai cerita dan fenomena fujosh [...]
Click to Replay
Marina Aug 12, 2020 - 05:58 AM
** Books 117 - 2014 **buku yang berisikan tentang kumpulan cerpen yang klo saya lihat judul perbabnya diangkat dari kegiatan sehari2 buku ini mengandung tema "Penantian" dan "cinta yg tidak terbalas" baik laki2 dan perempuan juga LGBT. ada beberapa judul cerpen yang paling saya sukai sebagai berikut : * Tentang mengganti seprai dan bantal : kisah bagaimana seorang wanita yg terperangkap di tubuh lelaki yg merindukan cintanya ("seharusnya laki-laki tidak seperti itu seharusnya seperti ini hal. 3) [...]
Click to Replay
Muhammad Rajab Aug 12, 2020 - 05:58 AM
kupikir tersebab aku begitu resah memikirkan apa-apa--yang kumaksud adalah makna dan pesan yang tersirat--dalam setiap cerpen yang ditulis Norman membuatku terkadang tak bisa menikmati ceritanya dengan utuhng penulis adalah juga pendongeng ulung dalam buku ini. saking ulungnya acapkali aku jatuh tertidur pada tidur yang tidak memiliki mimpi. tidur yang benar-benar hampa. sebab imajinasiku sudah kupakai sedemikian rupa sehingga terlalu letih untuk membentuk kusuma tidur.dari dua puluh cerpen yang [...]
Click to Replay
Sinondang Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Buku ini berisikan 20 cerpen pilihan karya Norman Erikson Pasaribu yang sudah diterbitkan di beberapa media cetak ternama. Tema dari berbagai cerita ini bervariasi mulai dari cinta, penantian, hubungan orang tua anak, serta sedikit menyinggung hubungan pria yang menyukai pria.Berikut daftar 20 cerita pendek dalam buku ini:(view spoiler)[1. Tentang Mengganti Seprai dan Sarung Bantal2. Pria Murakami3. Hal-Hal Penting yang Terjadi Selama Kau Tak Ada4. Paskah5. Tiga Kata untuk Emilie Mielke Jr.6. Ga [...]
Click to Replay
Emily Aug 12, 2020 - 05:58 AM
Mungkin saya tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk membedah isi dari buku ini, karena dibeberapa bagian saya merasa sangat bingung 'cuma begini, lalu?' adalah pertanyaan yang sering saya tanyakan pada waktu membacanya. Beberapa bagian di buku ini memang absurd, out of the world, sangat tidak diduga, tidak disangka dan tidak terbayang. Apakah buku ini tidak realistis? Tidak juga. Beberapa unsur dan inti dari cerita-cerita ini sangat relevan, cuma saja dipaketkan dalam bentuk yang lebih surre [...]
Click to Replay

Leave a Comment

Name
Email
Your Comment
Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu By Norman Erikson Pasaribu Kamu tahu, mungkin hidup semua orang, termasuk kamu dan aku, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita setiap malam, yang mengusir demam, menjauhkan kuntilanak dari mimpi, mengamini doa doa, merindukan kita di siang hari, menyimpan aroma sampo yang kita sukai, menyerap keringat, liur, air mata, tumpahan kopi tanpa sekalipun protes, dKamu tahu, mungkin hidup semua orang, termasuk kamu dan aku, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita setiap malam, yang mengusir demam, menjauhkan kuntilanak dari mimpi, mengamini doa doa, merindukan kita di siang hari, menyimpan aroma sampo yang kita sukai, menyerap keringat, liur, air mata, tumpahan kopi tanpa sekalipun protes, dan berbisik ke telinga kita di tiap malam yang murung Berbahagialah Berbahagialah Di luar sana Seseorang mencintaimu, seseorang tengah mencintaimu Tetapi, apakah dunia ini akan membiarkan kita menikahi sesuatu yang tidak berasal dari kita, meskipun ia mencintai kita tanpa merasakan duka dan damba Sepertinya tidak Semoga hanya belum sehingga kita bisa menunggu datangnya hari itu Sekarang, coba bayangkan gunung terdekat dari rumahmu Kalau tak ada, kamu boleh membayangkan Gunung Fuji ataupun Everest Coba bayangkan gunung itu pecinta sedang menunggu orang yang dicintainya Dan dia menunggu semenjak dia ada di dunia Kurasa sebesar itulah bakatku dalam menunggu Kurasa sebesar itulah aku ingin bertemu dengan hari itu Dan berkata kepadanya, Hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.

Share this article...
  • [PDF] ô Free Download ï Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu : by Norman Erikson Pasaribu Í
    310 Norman Erikson Pasaribu
  • thumbnail Title: [PDF] ô Free Download ï Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu : by Norman Erikson Pasaribu Í
    Posted by:Norman Erikson Pasaribu
    Published :2020-05-23T05:58:12+00:00